• Big Data adalah Kesempatan sekaligus Ancaman bagi Bisnis Anda


    Posted on July 10, 2015 by Admin in Wiki

    Big Data adalah kosa-kata yang sengaja diciptakan karena adanya trend pertumbuhan data secara terus-menerus dalam skala yang massive.  Salah satu penggerak terbesar dari pertumbuhan data ini adalah “Ubiquitous Computing” atau oleh beberapa kalangan disebut sebagai “Internet of Thing” atau “Internet of Everything”, yang artinya kecenderungan bahwa komputer senantiasa online dan ada dimana-mana, dalam kehidupan sehari-hari sudah terlihat mulai dari gadget seperti smart phone, smart watch, smart car, hingga peralatan elektronik seperti smart home appliances seperti TV, AC, Kulkas, CCTV, soft relay, sensor elektronik, dan lainnya.

     

    Industry Use Case

    Seiring masuknya trend ubiquitous computing ke dalam dunia industri, apa saja yang manfaat bisa didapatkan melalui implementasi software Big Data?

    1. Banking / Perbankan : Lokasi nasabah bisa dideteksi (melalui mobile app), dan bisa dikorelasikan dengan data transaksi (melalui switching ATM/EDC), sehingga conversion rate dari kampanye marketing di lokasi tersebut bisa diukur dengat akurat secara near real-time.  Ketika conversion rate sangat rendah, hampir dapat dipastikan bahwa nasabah lebih memilih menggunakan produk Bank lain, terlambat mengetahui hal ini adalah bencana bagi bisnis bank.
    2. Telco / Telekomunikasi : Big Data bisa mengurangi CHURN, bagaimana caranya?  Seluruh aktifitas (ratusan ribu network element) dari seluruh pelanggan (ratusan juta orang) bisa ditelusuri melalui 1 console dengan cepat, sehingga penanganan keluhan menjadi jauh lebih cepat, baik oleh tim operational maupun call center.  Perlu diingat bahwa setiap pelanggan kecewa terhadap layanan itu adalah potensi CHURN, dan bila pelanggan dikecewakan lagi ketika complain ke call center maka hampir pasti CHURN.
    3. Manufacturing / Manufaktur : Mesin produksi akan diawasi oleh sensor cerdas (Modbus TCP/IP), sehingga seluruh detil proses produksi (dari berbagai lokasi pabrik) bisa diawasi melalui 1 titik di pusat secara near real-time, dan Big Data bisa mengukur efisiensi jangka panjang yang direview dengan mudah menggunakan “long term trending analysis”.
    4. Mining and Oil & Gas / Pertambangan : Big Data bisa menyimpan gabungan beberapa SCADA secara bersamaan, mengkorelasikannya dengan database aset dan keuangan, dan menampilkannya dalam sebuah dashboard utama dengan visualisasi chart yang holistik.  Big Data juga digunakan untuk vessel dan tanker monitoring, untuk memantau potensi bongkar muat yang illegal di lapangan.
    5. Automotive / Otomotif : Big Data bisa mengumpulkan data mining dari perilaku berkendara setiap smart car (baca: jutaan mobil) seperti pada Ford dan Volkswagen, dan memberitahu pengguna kapan saatnya untuk servis berdasarkan potensi tingkat keausan masing-masing komponen kendaraan yang dipantau.  Untuk mobil elektrik (electric car), salah satu contohnya adalah Nissan Leaf, Big Data diimplementasikan pada cloud computing terpusat untuk memantau untuk setiap penggunaan pedal gas dan rem, serta utilisasi motor listrik, kemudian memberikan alert langsung ke handphone customer bila  perilaku berkendaranya disinyalir dapat merusak efisiensi baterai.
    6. Government / Pemerintah : Big Data adalah otak dari smart city, digunakan untuke mengukur efisiensi transportasi publik yang bisa dianalisa secara terus-menerus, juga digunakan untuk memantau percakapan publik di media sosial seperti twitter di geo-location tertentu untuk mengukur opini publik terhadap pemerintah dari hari ke hari untuk setiap kota / lokasi.  Dalam beberapa kasus yang sangat spesifik, Big Data digunakan untuk membantu percepatan penanggulangan potensi bencana, seperti yang dilakukan oleh Google ketika ada wabah flu babi secara pandemik di tahun 2008-2009.

     

    Data Source

    Dari contoh diatas, dapat terlihat bahwa sebenarnya Big Data adalah gabungan antara structured-data dan unstructured-data.  Meskipun para pengamat IT memiliki banyak definisi untuk structured-data dan unstructured-data, namun praktek di lapangan tidak 100% tunduk pada satu definisi, pada kenyataanya kedua hal tsb dipisahkan sebagai berikut:

    1. Structured-Data
      • Semua Relational Database, seperti : Oracle, IBM DB/2, Microsoft SQL Server, MySQL,
      • Semua Legacy Database, seperti : Clipper, DBF,
    2. Unstructured-Data
      • Semi-structured File, seperti : CSV, XLS, JSON, XML, ISO8583, ABCS/MBASE, TLV, NRTRDE, CDR, dll
      • Audio-Visual File, seperti : Musik, video, foto, hasil scan document, PDF, dll.
      • Dokumen, seperti : Textfile, flowchart, presentation file, rekaman medis, dll
      • Semua logging dan audit trail, seperti : Windows Event, WMI, Perfmon, logfile, registry, filesystem, dll
      • Semua Network Data, seperti : Syslog, HTTP Request, JMS, MQ, SNMP, UDP, TCP Stream, dll

     

    Teknologi Big Data

    Secara teknologi, sebenarnya Big Data memiliki sangat banyak alternatif dan masih terus bertambah, namun yang sudah populer hanya ada 3 saja, yaitu MapReduce (atau Map Reduce) yang dilahirkan oleh Google, UIMA yang dipelopori oleh OASIS dan SourceForge, dan NoSQL (atau No SQL) yang dimotori oleh komunitas open source.  Namun di lapangan terjadi pergeseran antara yang mempopulerkan teknologi dan yang memanfaatkannya secara komersial:

    1. MapReduce digunakan untuk search dan near real-time analytic, contohnya: Google, Splunk, Apache Hadoop
    2. UIMA digunakan untuk mutimodal-analytic dan data discovery, contohnya: IBM Watson, Apache UIMA
    3. NoSQL digunakan untuk real-time web dan context-rich interaction, contohnya: Oracle NoSQL (eventually consistent), Coherence (cache), IBM WebSphere eXtreme Scale (cache)

     

    Teknologi Big Data

    Saat ini telah tersedia banyak alternatif di Big Data di pasar, mulai dari IBM Watson, Oracle NoSQL, Splunk Enterprise, hingga yang open source seperti Apache Hadoop. Memanfaatkan salah satu dari teknologi Big Data itu saja sudah dapat membantu bisnis secara luar biasa.

    Big Data di Indonesia masih relatif baru, oleh karenanya Big Data bisa menjadi kesempatan memenangkan kompetisi bila anda memanfaatkannya sekarang, tapi Big Data adalah ancaman bila kompetitor anda yang lebih dahulu memanfaatkannya.

     

    PT Global Innovation technology adalah partner resmi Splunk, IBM, dan Oracle di Indonesia